NKRI1.com – Usai menjelani tes kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, hari ini pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno langsung berkunjung ormas Islam, PP Muhammadiyah.

Baca Juga : 7 Seleb Korea ini Usianya Udah Kepala 4 Tapi Masih Betah Tanpa Pasangan

Dalam kunjungan tersebut, Ketua Umum Muhammadiyah Haidar Nasir menyebutkan ada enam poin yang berhasil diskusikan dengan Prabowo-Sandiaga

Ada enam poin hasil dari diskusi bersama Pak Prabowo dengan Pak Sandiaga Uno,” tutur dia di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta, Senin malam (13/8).

1. Memperhatikan nilai agama, Pancasila, dan kebudayaan

Haidar mengatakan salah satu poin yang dihasilkan dalam silahturahmi politik tersebut, yakni bagaimana Prabowo-Sandiaga bisa memiliki kebijakan yang memperhatikan nilai-nilai agama, Pancasila, dan kebudayaan.

“Bagaimana kebijakan pemerintah memperhatikan fondasi nilai agama, Pancasila dan kebudayaan bangsa. Jangan sampai hal ini bertentangan,” ucap dia.

2. Mewujudkan kedaulatan negara

Kemudian poin yang juga dibahas dalam pertemuan tersebut yakni mengenai kedaulatan negara. Baik di bidang ekonomi, politik, maupun kebudayaan.

“Kebijakan yang lebih berani termasuk dalam konteks kedaulatan,” kata Haidar.

3. Mengatasi kesenjangan ekonomi

Pengurus Muhammdiyah serta Prabowo dan Sandiaga juga membahas kebijakan yang bisa mengatasi masalah kesenjangan ekonomi. Kebijakan yang diciptakan harus lebih berani, sehingga bisa mensejahterakan masyarakat Indonesia.

Baca Juga : Peristiwa Cahaya Matahari Terbelah di Atas Langit Gunung Sindoro ini Jadi Viral

“Kami juga menyampaikan bagaimana mengatasi kesenjangan ekonomi, dengan kebijakan yang lebih berani, agar nantinya kekayaan Indonesia bisa dimiliki oleh rakyat. ” tutur dia.

4. Melakukan pembangunan SDM yang unggul

Poin yang tak kalah penting dibahas adalah mengenai pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Haidar mengatakan cara yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan kontruksi pendidikan.

“Kami juga menyampaikan terkait dengan konstruksi pendidikan untuk pengembangan SDM yang unggul. Tidak mungkin bisa bersaing dengan SDM yang pas-pasan,” ujar dia.

5. Melakukan kebijakan reformasi

Haidar juga mengatakan poin untuk melakukan kebijakan reformasi adalah salah satu hal yang dibahas dalam pertemuannya dengan Prabowo dan Sandiaga.

“Melakukan kebijakan reformasi dan birokrasi. Tidak untuk satu golongan atau kelompok tertentu,” tutur dia.

6. Indonesia bisa lebih proaktif pada kebijakan luar negeri

Kemudian Haidar juga menyampaikan poin mengenai keterlibatan Indonesia, agar lebih proaktif dalam kebijakan luar negeri.

“Dan memerankan peran strategi karena Indonesia adalah negara dengan Muslim terbesar,” jelas dia.

Semoga Prabowo-Sandiaga bisa menjalankan amanat PP Muhammadiyah ya guys.

Baca Juga : 5 Cewek Korea Ini Buktikan Kalau Cewek Jepang Gak Ada Apa-apanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *