Kata-kata Bijak Dari Soekarno Mengajarkan Tentang Pemikiran Optimis

NKRI1.COM –¬†Kata-kata bijak biasa nya diberikan oleh tokoh-tokoh terkenal.

Siapa yang tidak kenal Soekarno?

Soekarno merupakan Presiden pertama Republik Indonesia yang menjabat pada tahun 1945 s/d tahun 1966.

Ia diketahui menjadi Ayah Proklamator Indonesia yang bertindak terpenting dalam kemerdekaan Indonesia.

Pancasila yang disebut basic negeri ini juga dicetuskan serta dinamakan oleh beliau.

Soekarno merupakan seseorang orator ulung yang membuat beberapa musuh ataupun beberapa orang yang mencintainya begitu menyeganinya.

Berikut kata-kata bijak dari Soekarno serta arti dari kata-kata tersebut.

Gantungkan cita-cita setinggi langit.

Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.

Kata-kata Bijak yang pertama mengenai harapanmu.

Apakah maksud mulia yang tertanam didalam hidupmu?

Ingin menjadi apakah kamu pada 10 sampai 20 tahun yang akan datang?

Apakah kemampuan serta bakat yang Tuhan simpan dalam dirimu?

Gapailah dan jangan menunggu !

Rajutlah yang diimpikan dengan penuh ketertarikan serta hati yang tulus !

Sekalinya yang diimpikan itu tidak terwujud, kamu tetap akan mempunyai harta yang sangat bernilai dalam hidupmu, yakni pengalaman.

Tidakkah pengalaman merupakan guru yang terbaik?

Perlu di ingat : dalam suatu usaha, kamu juga bakal memperoleh dua jawaban akhir, yakni BERHASIL atau GAGAL.

Namun, bila kamu langsung menyerah, kamu cuma akan memperoleh satu jawaban akhir, yakni GAGAL.

Lalu, beranikah kamu untuk mencoba?

 

Barang siapa ingin mutiara,

ia harus berani terjun ke lautan yang dalam.

Tahu arah hidup saja kurang tanpa diimbangi dengan kemauan yang kuat, usaha yang membara, serta doa yang tidak kenal lelah.

Janganlah terbuai dengan zona nyamanmu, tetapi berusahalah keluar daripadanya!

Jelajahilah lembah-lembah yang mengerikan, terjunlah ke laut yang dalam, hadapilah medan berat di muka dengan berani.

Yakinlah, zona nyaman hanya tempat untuk mereka yang suka melihat hidupnya berjalan dengan percuma.

 

Kalau aku memarahimu, itu berarti aku mencintaimu.
Aku melampiaskan marahku kepada orang-orang terdekat dan paling kusayangi.
Ibaratnya merekalah papan peredam suaraku.

Dalam kehidupan, tentu ada-ada saja suara-suara di sekitarmu yang menemani perjalananmu.

Walau kadang nada itu dibaluti dengan suara yang pedas.

Tetapi sebaiknya bila kamu menyaringnya.

Karena siapa tahu ada bagian positif yang bisa diambil menjadi suatu evaluasi.

Tidakkah kita masih memerlukan orang yang lain untuk memperingatkan kita bila salah dalam mengambil langkah?

Akan tetapi, bila nada itu murni adalah suatu hinaan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, tentunya kamu mesti menganggap menjadi angin kemarin.

Hidupmu sangat bernilai untuk dengarkan itu.

Teruslah berjalan di jalan yang benar dengan hati yang ikhlas serta tulus menuju arah hidupmu.

 

Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa,

tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.

Ada waktu didalam hidup saat kamu mesti mengambil langkah tanpa beberapa orang yang kamu duga tetap akan bersamamu sampai akhir hari.

Tetapi tidak diduga mereka justru pergi meninggalkanmu di dalam perjalanan.

Mudah-mudahan kamu masih berdiri kuat saat waktu itu menghampirimu.

Tidak pernah ada orang yang masih tinggal bersamamu saat 24 jam tanpa batas, tidak hanya Sang Penguasa Langit.

Bila kamu tidak ingin sedih, jangan sampai gantungkan harapanmu pada manusia.

Tidakkah tiap-tiap orang mempunyai kesibukannya semasing?

Bahkan juga kamu serta saya juga miliki aktivitas, kan?

 

Negeri kita kaya raya.
Berjiwa besarlah, berimajinasilah.
Gali! Bekerja! Gali! Bekerja!
Kita adalah satu tanah air yang paling cantik di dunia.

Coba pikirkan dahulu, apa arah hidupmu cuma tentang kebutuhan dirimu sendiri?

Mari, saya ajak kamu untuk berperan buat pembangunan Ibu Pertiwi.

Telah sepantasnya beberapa pemuda-pemudi Indonesia menimba pengetahuan sebanyak, karena kitalah keinginan Indonesia di waktu mendatang.

Tanpa generasi muda yang perduli dengan bangsanya, ingin menjadi apakah bangsa ini?

Janganlah selalu memelihara perasaan pesimis, jika bangsa ini telah ada di ujung sundul tanpa diimbangi usaha untuk mencegahnya jatuh ke jurang.

Jika bukan kita yang mencegahnya, siapa lagi?

Bagaimana pemikiran ke depannya setelah melihat kata-kata bijak dari Bung Karno?

Jadi, apa tujuan arah hidupmu?

Semangat ya! Semoga hatimu masih terbangun tulus, agar jalanmu menuju arah dimudahkan, serta tentu saja mudah-mudahan memperoleh yang terunggul.

Baca juga : 7 Seleb Korea ini Usianya Udah Kepala 4 Tapi Masih Betah Tanpa Pasangan
News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *