Initial M   —  Dalam lima edisi Piala Dunia paling akhir, empat salah satunya menghidangkan tragedi juara bertahan yang perlu jatuh di fase group.  Dari pemenang jadi pecundang kurun waktu singkat.

Jadi juara Piala Dunia belakangan ini yaitu barokah sekalian kutukan. Suatu kebanggaan tidak terkira dapat mencium serta mengangkat trofi emas paling bergengsi itu – jadi raja sepakbola dunia.

Tetapi di satu segi, ada tragedi yang siap menunggu empat th. selanjutnya. Bagaimana tidak, dari lima tim juara bertahan di masa milenium baru, empat tim salah satunya mesti tersingkir dari fase group di edisi Piala Dunia selanjutnya.

 

Jerman Korban Berikutnya

 

Kutukan Berlanjut, Jerman Korban Berikutnya

 

Juara dunia 2014, Jerman, jadi korban paling baru dari kutukan juara bertahan itu. Tampak jadi favorite juara di Rusia 2018, Die Mannschaft dengan cara mengenaskan mesti tereliminasi dari Group F yang ” hanya ” berisikan Meksiko, Swedia, serta Korea Selatan.

Sudah sempat takluk 1-0 di pertandingan pembuka melawan Meksiko, yakinme anak asuh Joachim Low sudah sempat membumbung tinggi saat mengamankan kemenangan dramatis 2-1 atas Swedia. Walau demikian, pertandingan terakhir kontra Korsel malah selesai bencana bersamaan kekalahan 2-0 yang mereka derita, Rabu (28/6)

Thomas Muller dkk. juga mesti finish di posisi bontot group. Tim Panser ikuti jejak bikin malu Prancis, Italia, serta Spanyol jadi juara bertahan yang angkat koper lebih cepat di Piala Dunia masa milenium baru. Itu pertama kalinya Jerman akhiri Piala Dunia di fase awal turnamen mulai sejak 1938.

 

Statistik Kutukan Juara Piala Dunia

 

Cuma Brasil jadi hanya satu penyintas dari kutukan juara bertahan di masa milenium ke-3 itu. Jadi kampiun 2002, Selecao dapat selamat dari sesi group di 2006, tetapi langkah mereka berhenti di perempat-final.

Di masa lampau, sebenarnya ada Brasil jadi juara 1962 yang tidak lolos dari fase group pada 1966. Lalu ada Italia, pemegang gelar 1938 yang tereliminasi dari fase group 1950. Tetapi di dalam sorotan media serta semakin tingginya apresiasi umum, ketersingkiran Prancis, Italia, Spanyol, serta Jerman pasti merasa lebih menyakitkan.

Tuntutan untuk tampak prima serta menjaga titel nyatanya beralih jadi beban berat yang merugikan tim. Cepat senang atau motivasi alami penurunan jadi aspek yang lain, hingga eliminasi awal jadi hal yang bisa saja untuk sang juara bertahan.

 

Baca Juga   :  Menghancurkan Asteroid Dengan Bom Nuklir, Mungkinkah ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *