NKRI – Real Madrid mengalami rentetan hasil buruk pada musim ini. Tim ibu kota Spanyol itu gagal meraih kemenangan dalam 4 laga beruntun. Ditambah lagi, tidak ada satu gol pun yang mereka ciptakan.

Dilansir BolaSport.com dari Sportskeeda inilah 5 alasan penyebab penampilan buruk Real Madrid.

1. Gareth Bale tidak berkembang

Gareth Bale menjadi pemain termahal di dunia ketika dibeli Real Madrid dari Tottenham Hotspur tahun 2013.

Sebagai seorang pemain, Gareth Bale memang memiliki kualitas mumpuni.

Namun, cedera menjadi penghambat perkembangan karier Bale.

Pemain Real Madrid, Gareth Bale, terjatuh saat berduel dengan pilar Atletico Madrid, Saul Niguez, dalam pertemuan kedua tim pada laga pekan ke-7 Liga Spanyol di Santiago Bernabeu, Sabtu (29/9/2018) waktu setempat atau Minggu dini hari WIB.

Semenjak Cristiano Ronaldo hengkang, Bale gagal menjadi simbol baru klub.

Pemain asal Wales itu kesulitan untuk memberikan peran besar dalam setiap pertandingan.

Gareth Bale belum mampu menunjukkan perkembangan signifikan meski Ronaldo tidak lagi membayangi penampilannya.

2. Masalah cedera

Masalah cedera seolah menjadi salah satu musuh yang sulit dihindari Real Madrid. Memang tidak ada klub dan pemain yang kebal dari ancaman cedera. Real Madrid kehilangan Marcelo dan Dani Carvajal yang cedera dalam waktu yang sama. Isco juga baru saja menjalani operasi usus buntu dan belum bisa dipastikan kapan akan tampil.

Meski begitu Gareth Bale dikabarkan sudah mulai berlatih.

3. Marco Asensio belum seperti yang diharapkan

Marco Asensio sempat menjadi perbincangan kala tampil mengesankan pada laga Piala Super Spanyol 2017 melawan Barcelona. Marco Asensio menunjukkan penampilan menjanjikan pada laga tersebut.

Setelah Cristiano Ronaldo pergi ke Juventus, Asensio diharapkan mampu mendapatkan manfaat.

Penyerang Real Madrid, Marco Asensio, merayakan gol yang dicetak ke gawang Espanyol dalam laga Liga Spanyol di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol pada 22 September 2018.

Peluang tampil sebagai starter semakin meningkat sejak kepergian Ronaldo. Meski begitu penampilan Asensio belum sesuai yang diharapkan. Kritik tajam mengarah kepada pemain berusia 22 tahun itu karena Real Madrid tumpul di lini serang.

4. Faktor Julen Lopetegui

Julen Lopetegui memang secara mengejutkan ditunjuk menjadi pelatih Real Madrid. Sebagai seorang pelatih, julen Lopetegui memang tak banyak menunjukkan prestasi.

Lopetegui pernah dua musim menangani FC Porto dan berakhir tanpa gelar.

Julen Lopetegui dalam acara jumpa pers di Valdebebas, Madrid, 18 September 2018, menjelang laga Liga Champions antara Real Madrid kontra AS Roma.

Padahal saat itu ia telah menghabiskan uang untuk belanja dan menjadi rekor pengeluaran terbesar klub. Kepercayaan yang diberikan kepada Lopetegui memang berat. Selain ditinggalkan Cristiano Ronaldo, cedera juga menjadi masalah klub.

5. Faktor Cristiano Ronaldo

Faktor kepergian Cristiano Ronaldo ke Juventus tentu tidak bisa dilepaskan dari penurunan performa Real Madrid.

Cristiano Ronaldo adalah penyumbang gol terbanyak Real Madrid dalam sembilan tahun belakangan.

Rata-rata torehan Ronaldo bersama Real Madrid adalah 50 gol per musim.

Gelandang Juventus, Rodrigo Bentancur (kedua dari kiri), merayakan gol yang ia cetak ke gawang Udinese bersama Cristiano Ronaldo dalam pertandingan Liga Italia 2018-2019 di Stadio Dacia Arena, Udine, Italia, pada Sabtu (6/10/2018).

Semenjak ia hengkang, banyak yang menduga para pemain Real Madrid akan mendapat kesempatan bermain lebih banyak.

Namun, kepergian Ronaldo justru menimbulkan masalah baru. Salah satunya tentu sulitna Real Madrid untuk mencetak gol musim ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *